BLURB
Seseorang yang terluka
Senyumnya tidak akan sempurna
Baik-baik saja yang ia ucapkan
Hanya untuk meredamkan rutuk di dadanya
Lalu semoga mulai berontak di antara lampu-lampu sepi
Melahirkan stanza dari anak waktu
Membesarkan rindu dari rubung-rubung sunyi
Sembuh dan tumbuh
Bahkan di luka paling mustahil
Semoga, akan menjadikannya nihil.
SINOPSIS
Merumahkan luka setelah berkali-kali menghantam rasa, saat semua kepasrahan jatuh dalam bilangan kata dari bibirmu. kusimpan rapat-rapat dalam peti masa lalu, agar tidak menjadi awan pekat yang menghujankan lara baru. Biarlah semuanya lenyap tanpa sisa, sebelum rindu penuh tanpa ruang.
Setiap hari belajar menghitung langit, sudah berapa purnama yang ia terbitkan? Hawanya masih gelap cekam, petang membayang menyelimuti kemalangan. Entah mengapa? Mengenang masih terasa menyenangkan.
Dan setelah sampai di titik balik paradikma waktu, luka pun menyentuh kesembuhan, luruh bersama hilangnya rindu dan candu. Lantaran di semoga itu, ada ikhlas dalam rela, ada lega mengalungi dada.
Maka hari-hari selanjutnya adalah kemesraan bersama senja dan burung-burung di hamparan sabana. Menyusun ulang rencana-rencana kepulangan, titik singgah, belokan persimpangan dan daftar kunjungan.
Lalu, ketika restu sudah dipangku. Senja, hujan, ilalang, pot bunga dan kaca jendela akan meremak senyum terindah pada lembar-lembar pertemuan dengan semoga yang baru.
Dan ketika semoga itu telah mengurungku dengan perdu, maka tidak ada yang lebih menakjubkan selain pertemuan dengan rindu.
Komentar
Posting Komentar