Langsung ke konten utama

TAK ADA KEHILANGAN YANG MENYENANGKAN

 


Tak Ada Kehilangan yang Menyenangkan 

Penulis : Chamal Musthofa
Buku Perdana
xxiii +116 halaman; 14 cm x 20 cm
ISBN : 978-623-6321-47-8
Penerbit :  RFM PRAMEDIA JEMBER


Sinopsis:

Ada bagian yang tidak bisa dijelaskan dari pertemuan, urutan-urutan dari saat dua sorot mata beradu sampai saat jarak-jarak memangkas paksa tawamu

Ada bagian yang tidak bisa dianalogikan bagi tiap-tiap perindu, saat menjadi kata rindu mudah diucapkan tapi ketika menjelma rasa rindu selalu sukar ditata.

Ada bagian yang tidak bisa disederhanakan dari jatuh cinta, sebab do’a akan mengikat satu nama agar tuju menjadi paling dia. Bahkan beberapa orang rela ditumbal hujan hanya untuk melindungi yang terkasih agar tidak basah

Namun kehilangan selalu menjadi penjelasan final dari patah hati, mampu menganalogikan segala yang tidak diungkapkan oleh rindu dan ruang paling sederhana bagi rasa yang sudah tiada
Kehilangan akan mengantarkanmu pada buih di akar senja, ia akan menjadi temanmu mengenang atau menjadi tempat mengabadikan luka


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI, SENJA DAN LUKA

PESTA LUKA Air mata yg jatuh mengiringi ucapan selamat Benar-benar ku uraikan dengan khidmat Cincinmu tersemat, hatiku terlumat Iringan lagu romantis Saat pesta pernikahnmu terilis Membuat hatiku semakin keras menangis Membuncah, tak mampu lagi ku tepis Mencoba tersenyum sekuat tenaga Agar terlihat baik-baik saja Aku duduk di meja tamu undangan Melihat kamu sibuk merapikan senyuman Diantara sorotan kamera dan ucapan Semoga Bahagia Kau sudah bahagia Tinggal aku yg akan sibuk merapikan luka-luka Aku pulang Kau ku kenang Mekkah, 2019 WAJAHMU Aku tak pernah sanggup menatapmu Berusaha memaklumi kecantikanmu Senyummu renyah dan afsun Menyerap akara sampai ke ubun Hati tertimbun belukar rasa Nyenyat dalam kata Gemuruh disetiap do'a Apakah mudah menjadi dirimu? Menjadi tempat pulangnya rindu Saat matahari tersingkir, Langit menghitam Apakah betah menjadi kamu? Saat Puisi nyerbu pada setiap letupan purnama dimatamu Saat senja-senja berarak ke tepi a...