Langsung ke konten utama

Postingan

TENTANG SEMOGA

Cetakan Pertama, Februari 2022 x + 95 halaman; 14 cm x 20 cm ISBN :  978-623-5835-44-0 BLURB Seseorang yang terluka Senyumnya tidak akan sempurna Baik-baik saja yang ia ucapkan Hanya untuk meredamkan rutuk di dadanya Lalu semoga mulai berontak di antara lampu-lampu sepi Melahirkan stanza dari anak waktu Membesarkan rindu dari rubung-rubung sunyi Sembuh dan tumbuh Bahkan di luka paling mustahil Semoga,  akan menjadikannya nihil. SINOPSIS Merumahkan luka setelah berkali-kali menghantam rasa, saat semua kepasrahan jatuh dalam bilangan kata dari bibirmu. kusimpan rapat-rapat dalam peti masa lalu, agar tidak menjadi awan pekat yang menghujankan lara baru. Biarlah semuanya lenyap tanpa sisa, sebelum rindu penuh tanpa ruang. Setiap hari belajar menghitung langit, sudah berapa purnama yang ia terbitkan? Hawanya masih gelap cekam, petang membayang menyelimuti kemalangan. Entah mengapa? Mengenang masih terasa menyenangkan. Dan setelah sampai di titik balik paradikma waktu, luka pun meny...
Postingan terbaru

TAK ADA KEHILANGAN YANG MENYENANGKAN

  Tak Ada Kehilangan yang Menyenangkan   Penulis : Chamal Musthofa Buku Perdana xxiii +116 halaman; 14 cm x 20 cm ISBN : 978-623-6321-47-8 Penerbit :  RFM PRAMEDIA JEMBER Sinopsis: Ada bagian yang tidak bisa dijelaskan dari pertemuan, urutan-urutan dari saat dua sorot mata beradu sampai saat jarak-jarak memangkas paksa tawamu Ada bagian yang tidak bisa dianalogikan bagi tiap-tiap perindu, saat menjadi kata rindu mudah diucapkan tapi ketika menjelma rasa rindu selalu sukar ditata. Ada bagian yang tidak bisa disederhanakan dari jatuh cinta, sebab do’a akan mengikat satu nama agar tuju menjadi paling dia. Bahkan beberapa orang rela ditumbal hujan hanya untuk melindungi yang terkasih agar tidak basah Namun kehilangan selalu menjadi penjelasan final dari patah hati, mampu menganalogikan segala yang tidak diungkapkan oleh rindu dan ruang paling sederhana bagi rasa yang sudah tiada Kehilangan akan mengantarkanmu pada buih di akar senja, ia akan menjadi temanmu mengenang atau men...

PUISI, SENJA DAN LUKA

PESTA LUKA Air mata yg jatuh mengiringi ucapan selamat Benar-benar ku uraikan dengan khidmat Cincinmu tersemat, hatiku terlumat Iringan lagu romantis Saat pesta pernikahnmu terilis Membuat hatiku semakin keras menangis Membuncah, tak mampu lagi ku tepis Mencoba tersenyum sekuat tenaga Agar terlihat baik-baik saja Aku duduk di meja tamu undangan Melihat kamu sibuk merapikan senyuman Diantara sorotan kamera dan ucapan Semoga Bahagia Kau sudah bahagia Tinggal aku yg akan sibuk merapikan luka-luka Aku pulang Kau ku kenang Mekkah, 2019 WAJAHMU Aku tak pernah sanggup menatapmu Berusaha memaklumi kecantikanmu Senyummu renyah dan afsun Menyerap akara sampai ke ubun Hati tertimbun belukar rasa Nyenyat dalam kata Gemuruh disetiap do'a Apakah mudah menjadi dirimu? Menjadi tempat pulangnya rindu Saat matahari tersingkir, Langit menghitam Apakah betah menjadi kamu? Saat Puisi nyerbu pada setiap letupan purnama dimatamu Saat senja-senja berarak ke tepi a...

EPITAF // Setelah Patah

_______ _______◇◇◇◇◇◇◇ Seperti musim yang kering lalu gugur dihalaman pikiranku sendiri, setiap senyum yang kupunguti disenja pagi hampir tak dapat membuatku berfikir jernih hari ini. Tidak, ini bukan keputusanmu bukan inginmu setelah beberapa jarak dapat kita kalahkan.  Terlalu jauh kau menarikku dalam hidupmu hingga dapat kupastikan untuk kembali pun aku sudah tidak bisa. Tak akan pernah bisa. Menangis pun rasanya percuma, untuk apa hujan kembali menetes setelah air mata berkata kecewa ? tak ada yang perlu disesali dibagian ini hanya fase dimana kita harus belajar bertahan tanpa alasan. Jika kamu meninggalkanku tanpa karena maka disana aku tetap menunggumu juga tanpa karena. Atau harus kuingatkan kembali tentang manisnya janji yang masih basah dalam kepala ? itu bukan caraku memintamu kembali mencintaiku atau menuduhmu tidak setia akan janji. Ini derita yang benar-benar nyata setelah dihempas terbuang jauh sendiri. Sekali lagi aku memintamu untuk tidak bisu did...