PESTA LUKA
Air mata yg jatuh mengiringi ucapan selamat
Benar-benar ku uraikan dengan khidmat
Cincinmu tersemat, hatiku terlumat
Iringan lagu romantis
Saat pesta pernikahnmu terilis
Membuat hatiku semakin keras menangis
Membuncah, tak mampu lagi ku tepis
Mencoba tersenyum sekuat tenaga
Agar terlihat baik-baik saja
Aku duduk di meja tamu undangan
Melihat kamu sibuk merapikan senyuman
Diantara sorotan kamera dan ucapan Semoga Bahagia
Kau sudah bahagia
Tinggal aku yg akan sibuk merapikan luka-luka
Aku pulang
Kau ku kenang
Mekkah, 2019
WAJAHMU
Aku tak pernah sanggup menatapmu
Berusaha memaklumi kecantikanmu
Senyummu renyah dan afsun
Menyerap akara sampai ke ubun
Hati tertimbun belukar rasa
Nyenyat dalam kata
Gemuruh disetiap do'a
Apakah mudah menjadi dirimu?
Menjadi tempat pulangnya rindu
Saat matahari tersingkir, Langit menghitam
Apakah betah menjadi kamu?
Saat Puisi nyerbu pada setiap letupan purnama dimatamu
Saat senja-senja berarak ke tepi alismu
Maka wajahmu adalah purnama dan senja
Yang membuat rinduku tak pernah biasa saja
Mekkah, 2019
PEREMPUAN SEPARUH PURNAMA
Perempuan itu separuh Purnama
Datang sebagai satu-satunya panorama
Saat malam kehilangan mantra
Saat sepi melumat kanvas tanpa cela
Perempuan itu separuh purnama
Didatangi sepasang kunang-kunang yang membawa lampion didadanya
Terbentuklah simpul senyum memesona
Menyembuhkan kerut malam yang menampung tumpukan luka
Perempuan separuh purnama itu adalah wajahmu
Membuat sudut-sudut malam menyusun petala
Yang dipetik dari rusuk kejora, rindu dan asmaraloka
Kini malam hampir sempurna
Aku pamit kembali ke beranda
Besok akan kuberi tahu sebuah berita
Bahwa sebelum purnama pulang ke sarangnya
Aku telah jatuh cinta
Mekkah, 2019
FIRASAT
Wajahmu datang medekat
Membawa sejumpuh aroma lekat
Sirat-sirat bergegas mengajukan syarat
Semacam kisah lama kembali terbuat
Melambat, menguat
Kisah masa lalu itu seakan tertarik
Untuk tumbuh kembali dalam hari-hariku setiap detik
Mulai dari perkenalan kita yang unik
Hingga saling merawat rasa dengan baik
Sampai akhirnya Tuhan mengirimmu seorang terbaik
Lalu kau berbalik
Mungkin firasatku ini tak begitu penting
Sebab kita sudah menjadi masing-masing
Entah kenapa setiap pagi aku selalu ingin menjenguk bunga
Untuk sekadar menatapnya berlama-lama
Ingin memastikan kamu sedang senang
Agar aku bisa melewati hari dengan tenang
Bahkan jika suatu saat kau nyata datang
Aku telah menyiapkan ruang lebih lapang
Jarwal, 09 April 2019
N E K A D
Jangan menjadi yang paling dekat
Bila bosan, menghilang secepat kilat
Jangan menjadi yang paling peduli
Jika hanya butuh ditemani bukan untuk dimiliki
Kau datang semaumu
Pergi sekenamu
Apa kau tahu?
Setelah kepergianmu
Rinduku tak terurus
Tubuhku kian kurus
Segala langkahku terjeda
Karena setiap hari melawan retak di dada
Setiap hari aku datang menemui senja
Duduk diteras dermaga mengukur cakrawala
Memangku kenang yang pernah ada
Berharap semua itu jauh berlayar
Membawa rasaku lenyap hingga ke akar
Dan setelah tragedi ini
Kubiarkan tanggal utuh kembali
Melawanmu yang telah lama berhenti peduli
Hingga datang satu hati dengan permisi
Dan tak pernah beranjak pergi
Iskan, 25 Januari 2019
Air mata yg jatuh mengiringi ucapan selamat
Benar-benar ku uraikan dengan khidmat
Cincinmu tersemat, hatiku terlumat
Iringan lagu romantis
Saat pesta pernikahnmu terilis
Membuat hatiku semakin keras menangis
Membuncah, tak mampu lagi ku tepis
Mencoba tersenyum sekuat tenaga
Agar terlihat baik-baik saja
Aku duduk di meja tamu undangan
Melihat kamu sibuk merapikan senyuman
Diantara sorotan kamera dan ucapan Semoga Bahagia
Kau sudah bahagia
Tinggal aku yg akan sibuk merapikan luka-luka
Aku pulang
Kau ku kenang
Mekkah, 2019
WAJAHMU
Aku tak pernah sanggup menatapmu
Berusaha memaklumi kecantikanmu
Senyummu renyah dan afsun
Menyerap akara sampai ke ubun
Hati tertimbun belukar rasa
Nyenyat dalam kata
Gemuruh disetiap do'a
Apakah mudah menjadi dirimu?
Menjadi tempat pulangnya rindu
Saat matahari tersingkir, Langit menghitam
Apakah betah menjadi kamu?
Saat Puisi nyerbu pada setiap letupan purnama dimatamu
Saat senja-senja berarak ke tepi alismu
Maka wajahmu adalah purnama dan senja
Yang membuat rinduku tak pernah biasa saja
Mekkah, 2019
PEREMPUAN SEPARUH PURNAMA
Perempuan itu separuh Purnama
Datang sebagai satu-satunya panorama
Saat malam kehilangan mantra
Saat sepi melumat kanvas tanpa cela
Perempuan itu separuh purnama
Didatangi sepasang kunang-kunang yang membawa lampion didadanya
Terbentuklah simpul senyum memesona
Menyembuhkan kerut malam yang menampung tumpukan luka
Perempuan separuh purnama itu adalah wajahmu
Membuat sudut-sudut malam menyusun petala
Yang dipetik dari rusuk kejora, rindu dan asmaraloka
Kini malam hampir sempurna
Aku pamit kembali ke beranda
Besok akan kuberi tahu sebuah berita
Bahwa sebelum purnama pulang ke sarangnya
Aku telah jatuh cinta
Mekkah, 2019
FIRASAT
Wajahmu datang medekat
Membawa sejumpuh aroma lekat
Sirat-sirat bergegas mengajukan syarat
Semacam kisah lama kembali terbuat
Melambat, menguat
Kisah masa lalu itu seakan tertarik
Untuk tumbuh kembali dalam hari-hariku setiap detik
Mulai dari perkenalan kita yang unik
Hingga saling merawat rasa dengan baik
Sampai akhirnya Tuhan mengirimmu seorang terbaik
Lalu kau berbalik
Mungkin firasatku ini tak begitu penting
Sebab kita sudah menjadi masing-masing
Entah kenapa setiap pagi aku selalu ingin menjenguk bunga
Untuk sekadar menatapnya berlama-lama
Ingin memastikan kamu sedang senang
Agar aku bisa melewati hari dengan tenang
Bahkan jika suatu saat kau nyata datang
Aku telah menyiapkan ruang lebih lapang
Jarwal, 09 April 2019
N E K A D
Jangan menjadi yang paling dekat
Bila bosan, menghilang secepat kilat
Jangan menjadi yang paling peduli
Jika hanya butuh ditemani bukan untuk dimiliki
Kau datang semaumu
Pergi sekenamu
Apa kau tahu?
Setelah kepergianmu
Rinduku tak terurus
Tubuhku kian kurus
Segala langkahku terjeda
Karena setiap hari melawan retak di dada
Setiap hari aku datang menemui senja
Duduk diteras dermaga mengukur cakrawala
Memangku kenang yang pernah ada
Berharap semua itu jauh berlayar
Membawa rasaku lenyap hingga ke akar
Dan setelah tragedi ini
Kubiarkan tanggal utuh kembali
Melawanmu yang telah lama berhenti peduli
Hingga datang satu hati dengan permisi
Dan tak pernah beranjak pergi
Iskan, 25 Januari 2019
Komentar
Posting Komentar